Tim Pendamping Keluarga (TPK) adalah kelompok yang melakukan pendampingan kepada keluarga yang berisiko stunting, guna mempercepat penurunan stunting dengan cara mendeteksi dan mencegah faktor risiko stunting. TPK sendiri terdiri dari tenaga Kesehatan seperti perawat dan bidan, kader KB, Kader Kesehatan dan TP PKK.
TPK sendiri memiliki beberapa tuga seperti melakukan pendataan dan kunjungan keluarga yang berisiko stunting, melakukan penyuluhan dan memberikan informasi kepada keluarga, memfasilitasi pelayanan rujukan, memfasilitasi pemberian bantuan sosial, serta melakukan rekomendasi bantuan sosial.
Sasaran TPK guna mencegah risiko dan mengatasi stunting dimulai dari calon pengantin, Ibu hamil, Ibu pasca persalinan, Bayi di bawah dua tahun (Baduta), hingga anak dibawah lima tahun (Balita). Penentuan sasaran TPK berdasarkan pada data yang dihimpun dari hasil pengukuran balita di posyandu, pemeriksaan ibu hamil dan pasca salin dari bidan, serta data calon pengantin dari KUA setempat. Dari data tersebut, kemudian ditentukan sasaran-sasaran yang akan dikunjungi oleh kader TPK.
Desa Tangkil sendiri memiliki empat tim yang mana setiap tim terdiri dari tiga orang kader. TPK Desa Tangkil tersebar di empat wilayah dusun yang bertugas melakukan kunjungan, mendata, dan melakukan pencegahan resiko stunting di wilayah masing-masing.
Kunjungan dikalukan dari rumah ke rumah untuk melihat langsung kondisi fisik, kondisi lingkuangan tempat tinggal, serta kebiasaan pola hidup keluarga sasaran agar pemberian edukasi lebih efektif untuk seluruh anggota keluarga. Kunjungan tersebut dilakukan secara berkala menyesuaikan dengan kondisi sasaran. Bagi sasaran yang sudah terbebas dari resiko stunting cukup dikunjungi satu atau dua kali setiap periodenya. Sasaran yang masih berisiko stunting akan lebih sering dikunjungi untuk dipantau perkembangannya hingga sasaran tersebut terbebas dari risiko stunting.