Desa Tangkil yang berada di wilayah perbukitan menyebabkan daerah ini rawan longsor. Pada musim penghujan seperti ini, kewaspadaan harus lebih ditingkatkan. Perawatan dan perbaikan saluran air di sekitar harus benar-benar diperhatikan.
Pada dini hari tanggal 31 Januari 2026 telah terjadi bencana tanah longsor yang menimpa rumah dari Bapak Marwan yang berada di RT 23 RW 08 Dusun Galih Desa Tangkil. Tanah dari dinding bukit belakang rumah bapak Marwan ambruk menimpa rumah setelah pada malam sebelumnya di daerah tersebut terjadi hujan lebat yang disertai angin kencang. Posisi dinding tanah yang lebih tinggi dari bangunan, serta terdapat batu besar pada material longsoran menyebabkan kerusakan parah pada bangunan. Kerusakan utama terjadi pada dinding belakang bangunan utama, ruang Tengah, ruang dapur hingga merusak atap bangunan.
Pada saat kejadian pemilik rumah berhasil menyelamatkan diri sebelum matrial longsor menimpa. Namun bangunan mengalami kerusakan berat hingga tidak dapat kembali ditempati. Barang-barang milik korban Sebagian besar tidak dapat diselamatkan. Kerugian materil diperkirakan mencapai puluhan juta rupiah.
Pagi hari tanggal 31 Januari 2026, masyarakat sekitar dibantu perwakilan pemerintah Desa Tangkil, Babinsa, BKTM, BPBD Kab Trenggalek, TAGANA, Tim Cepat Tanggap Bencana kecamatan panggul bahu membahu membongkar dan mengevakuasi barang-barang yang masih tersisa. Bangunan yang mengalami kerusakan juga dibongkar bersama dengan masyarakat sekitar guna menghindari ambruknya bangunan secara tak terduga di kemudian hari.
Kejadian ini dapat kita jadikan perhatian kedepannya dalam mitigasi bencana tanah longsor. Faktor geografis yang cukup curam harus menjadi perhatian masyarakat saat akan mendirikan sebuah bangunan untuk mencegah terjadinya. Pembuatan jarak yang cukup antara bangunan dan dinding tanah perbukitan harus diperhitungkan. Selain itu, tembok penahan tanah juga sebaiknya dibuat sebelum atau saat pendirian bangunan untuk mencegah terjadinya longsor yang dapat menimpa bangunan atau rumah.